Archive for September, 2007

Jalan-jalan Minggu Sore

[Tulisan ulang dari my360 21 Juli 2007]

Minggu-minggu sore biasanya aku istirahat di rumah, menikmati liburan sebelum berkutat dengan segala pekerjaan besok paginya. Tapi bosen juga ya… cuma mendekem di kamar aja. Koran dah dibaca bolak-balik, sampai iklannya juga dipelototin (ternyata.. acara promo biasanya banyak di hari jumat sampai minggu lho…), acara TV dipenuhi infotainment, dan semangat kerja masih jauh dari pikiranku. Akhirnya aku putusin untuk jalan-jalan sore (pakai kaki lho) sekalian olahraga, refreshing, dan menghirup udara luar kamar.

Oya, lebih seru lagi kalau jalan-jalan sore ngga sendiri, hm… tapi siapa ya yang bisa aku paksa nemenin aku jalan-jalan sore? Aha… tentu saja uda kayaknya mau (dan harus mau, hehe). Setelah mengontak Uda, kami berdua sepakat memulai jalan sore dari kampus C UNAIR (sayang banget belum ada fotonya, padahal di Kampus C pemandangannya bagus lho, apalagi di jembatannya, mungkin lain kali bisa aku upload ). Ternyata di tengah perjalanan, perutku bunyi keras dan memalukan, maklum belum makan dari pagi. Trus diputuskan secara sepihak, perjalanan dari Kampus C diteruskan ke Galaxy Mall.

Sampai di Galaxy Mall, seperti biasa tas, jaket yang barang-barang yang keliatan ama satpam harus melalui pemeriksaan, yah.. tapi aku mikir, beneran diperiksa atau ngga, soalnya Ibu satpam, cuma nyentuh tasku dengan tongkat kecil (apa ya namanya, bentuknya mirip stik drum) dan dilirik pun ngga. Hihi… Abis itu kami langsung liat-liat buku di TGA. Sampai di TGA agar miris juga melihat lantunan ayat Al-Quran bersahut-sahutan dengan lagu dugem . Ngga lama-lama di TGA karena perutku maksa untuk segera ke bagian pusat makanan. Bingung juga mau makan apa. Mau makan mie di atas piring panas (noodles hotplate, hehe.. maksa banget nerjemahinnya) takut ngga halal. Mata semakin jelalatan lihat-lihat makanan, sementara bunyi perutku makin ngga banget. Begitu mata terlirik restoran fast food A&*, kami putuskan untuk mencicipi makanan di sana. Selesai mencicipi, ternyata mata kami masih belum puas, dan akhirnya beli es krim satu, hihi.. gini nih akibatnya kalau nurutin mata.

Dari A&*, kami menuju musola karena dah masuk Maghrib. Musola di mal sebesar Galaxy, letaknya di tempat parkir. Ukurannya cukup besar, bersih, dan tempat wudhu wanita dan pria dipisah. Abis solat masuk lagi ke dalam mal, dan diperiksa lagi ama Bu satpam. Trus mampir sebentar ke Optik Melawai, untuk memperbaiki setelan kacamata. Dari optik, aku melirik toko mainan besar di sebelahnya, ternyata ada boneka perempuan mirip Barbie yang pakai jilbab (hihi… ini sih dah lama ada ya), aku pengen lihat lebih lanjut tapi Uda kliatannya ngga tertarik. Perjalanan masih berlanjut, kali ini mataku menangkap toko Zoujiroushi, toko yang menjual termos penghangat makanan, dan mau liat-liat lebih lanjut, tapi kapan-kapan aja deh… hehe.

Puas mengitari sebagian mal, kami menuju stan penjual jus, iseng-iseng pesan Orange Manggo Slush, kami ngga tau slush itu apa, yang penting cobain dulu. Ternyata, slush itu semacam es serut dan ngabisinnya lama banget. Setelah itu, kami putuskan untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan ke luar mal, bau sedap roti masuk hidung, tapi karena dah kenyang aku ngga berselera beli, hihi. Dari Galaxy Mal, jalan kaki sampai rumahku, lalu Uda lanjut ke tempatnya. Wah.. jalan-jalan sore yang cukup melelahkan kaki tapi menyenangkan. Aku siap lagi kerja besok…

2 Comments

Back to Home Sweet City

Hehe… udah lama blog ini ngga di-update . Alasannya, apalagi kalau bukan ngga sempat, hihi. Masih harus belajar mengatur waktu lebih baik lagi.

Oh iya, sejak dua bulan lalu, aku kembali lagi ke Surabaya, mencari nafkah untuk sekeping berlian . Terakhir aku ke Surabaya tahun 2001, wah… dalam waktu 6 tahun saja banyak perubahan yang terjadi. Sampai hari ini, aku masih belum menjelajahi sampai sudut-sudut kota Surabaya. Baru seputar daerah Dharmahusada – Basuki Rachmat – Jalan Pemuda – Mulyorejo – Bubutan – Sasak – Asem – Juanda, hihi.

Kalau dibandingkan kota-kota yang pernah aku tinggali sebelumnya, tentu saja aku memilih Surabaya sebagai yang ternyaman (walaupun puanas…), kenapa? Karena aku dilahirkan dan menghabiskan masa kecil yang menyenangkan di Surabaya, hehe. Di Surabaya juga banyak makanan yang enak-enak tapi murah. Satu lagi yang aku suka, walau banyak makan, tapi aku ngga khawatir nambah berat… karena jalan sedikit sudah keringatan (temperatur + kelembapan tinggi), jadinya batal jadi daging (hahaha….. maksa banget) .

Ada satu hal yang hilang dari aku karena dah lama ngga tinggal di Surabaya, yaitu boso Suroboyoan… Dulu waktu masih kecil, aku fasih banget bercakap-cakap dengan boso Suroboyoan, sekarang… dah banyak yang lupa. Mudah-mudahan ngga lama lagi bisa kembali fasih.

No Comments