Kenapa nyontek?


Kenapa nyontek?

Ada kejadian cukup mengejutkan dan memprihatinkan (menurutku) waktu pertama kali aku koreksi Ujian Akhir. Dari sekitar 105 laporan ujian akhir (ujian akhirnya berupa pengembangan program sederhana plus laporan berkaitan dengan program itu), 80% adalah hasil copy-paste. Shock.. shock… shock… (hehe… rada hiperbola emang). Aku sempat bertanya pada salah satu mahasiswa,

“Kenapa?”

“Anak-anak ngga ngerti, Bu… Mereka sudah biasa mencontek. Dari dulu ya.. kayak gitu. Saya juga serba salah, ngga dikasih contekan, ngga enak sama temen. Nanti dibilang ngga setia kawan. Tapi kalau dikasih juga salah,”

Waduh… satu, mencontek jelas salah. Dua, yang biasa dilakukan belum tentu benar. Tiga, lebih baik dibilang ngga setia kawan atau menjerumuskan teman sendiri? Akhirnya, aku putuskan waktu itu, nilai ujian copy-paste adalah 0. Menurutku, itu termasuk pelanggaran yang cukup berat. Bayangkan… ujian akhir, diberi waktu 14 hari untuk menyelesaikan, soalnya gampang (beneran gampang…), eh… masih copy-paste. Hiks… hiks…

Keputusanku memberi nilai 0 itu diprotes. “Bu, kenapa nilainya begini… Baru kali ini, nilai kuliah jelek-jelek seperti ini,” kata mereka. Jawabku, “Karena sebagian besar tugas Anda hasil copy paste, jadi saya beri nilai 0.” Aku sudah pikirkan dengan baik keputusanku memberi nilai 0. Lebih baik aku tidak luluskan sekarang, supaya mereka mengetahui kalau cara mereka itu salah (harusnya sih udah tau ya… Bukankah sejak kecil kita sudah belajar Agama, PMP, PPKn).

Kenapa sih nyontek? Mungkin salah satunya disebabkan mahasiswa ingin dapat nilai bagus (A) tanpa susah payah belajar, kalau bisa tanpa peras keringat mengerjakan tugas, ujian (hihi… jadi ingat waktu kuliah dulu, rasanya tumpukan tugas ngga habis-habis). Hm… apa mungkin ya… sikap itu timbul karena kurangnya sikap mau kerja keras, mau berjuang, tidak gampang menyerah, dan sadar kalau segala sesuatunya bukan sim salabim?

Sulit memang untuk mengubah kebiasaan mencontek. Sanksi mungkin bisa, tapi tidak efektif karena begitu tidak ada sanksi di mata kuliah lain, metode mencontek lainnya mungkin akan diterapkan. Mungkin yang paling mujarab (:P) adalah masing-masing individu menyadari kesalahan kebiasaan itu dan memperbaikinya (hehe…).

Jadi, kenapa nyontek?

  1. #1 by Farida Nurhasanah on 14/07/2008 - 15:04

    Assalamualaikum,…
    Salam kenal Bu ira!
    Sepertinya tulisan Ibu yang ini, berhubungan dengan tulisan saya dengan tema “menyontek” juga.
    Sayangnya, tidak semua pendidik merasa bahwa “nyontek” ini adalah masalah Bu, sungguh menyedihkan dunia pendidikan kita

  2. #2 by sofwan on 08/05/2009 - 11:16

    nyontek itu ekstrak dari sikap mental curang…, juga sebagai akibat dari kemalasan.

    sedih.

    saya juga pernah menulis tentang praktek nyontek di Monash, yang sedihnya dilakukan oleh mahasiswa asal INdonesia di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2007/06/21/menyontek-perilaku-yang-menyebalkan/

(will not be published)