Tugas Menyenangkan


Awal minggu ini aku dapat tugas menyenangkan dari suami, apakah itu? Melengkapi kebutuhan primer nomor 2, pakaian, kostum, baju, dan yang berkaitan dengan itu. Hehehehehe…… senang dong? Pasti, sebagai istri yang baik, apapun tugas dari suami harus dilaksanakan dengan senang hati ;-)

Uda juga mempercayakan ke aku untuk pergi ke toko dan memilih sendiri pakaian yang akan aku beli. Hm… rasanya ada yang kurang nih kalau pergi sendiri, biasanya kalau belanja hampir selalu bareng Uda. Yang kurang itu, ngga ada orang yang berisik meminta cepat-cepat pulang, atau ngga ada orang yang mukanya cemberut seperti anak yang ngga dibelikan mainan yang sudah diincar sejak pertama kali dilihat, hehe.

Pengalamanku pergi sama uda ke pasar / mal, biasanya yang terjadi adalah:

Bertanya “Mau beli, Ra?” ketika aku sedang asyik mengamati suatu pakaian

Kalau aku jawab ngga, biasanya disambung dengan kalimat “Kalau ngga akan dibeli, ngga usah dilihat-lihat. Terus aja cari di rak lainnya. Kalau udah ketemu, ambil, coba, dan bayar.” Waduh… salah satu usaha untuk memilih baju yang akan dibeli itu ya dengan mengamati bajunya, hehe. Lagian mumpung lihat baju masih gratis, kenapa ngga? Nah, kalau kalimat itu sudah keluar 3x, biasanya aku muterin toko, ngelirik kandidat pakaian yang mau aku beli dari jauh tanpa mendekati rak pakaian itu. Kalau dah dua kali mengelilingi toko, uda ngomong lagi “Ra, kalau gini caranya, ngga bakalan dapat baju yang mau dibeli.” Aku cuma bisa geleng-geleng bola mataku, dilihat salah, ngga ada yang dilihat juga diprotes. :-P

Berkata “udah gitu aja? Ngga ada yang dibeli?” ketika aku memutuskan keluar dari toko pakaian tanpa membeli apapun

Biasanya kalau aku dah keluar toko, berarti ya sudah selesai, ngga ada yang dibeli. Abis itu pernyataanku disambung dengan, “Dari tadi 4 jam di sini, 14 kali mengelilingi toko, trus ngga ada yang dibeli? Padahal uda sudah merelakan perut uda keroncongan dari tadi, kaki sakit juga ngga uda pedulikan, demi memenuhi keinginan istri yang mau beli pakaian.” Duh… segitunya. Pertama, di toko itu ngga selama 4 jam, tapi 1 jam lebih 179 menit, hehe… ngga ding, yang benar adalah setengah jam (menurut perasaanku). Kedua, mengelilingi tokonya 1,5 kali, bukan 14 kali. Ketiga, sebelum pergi ke toko, biasanya kami mengisi perut dulu dan keempat, masa baru jalan sebentar, kaki dah sakit. Hehe…

Tidak banyak bicara selama menemani aku

Nah, kalau sudah seperti ini, aku yang waswas sendiri. Biasanya kan uda berisik kalau udah menemani aku belanja, kok tiba-tiba jadi pendiam begini. Trus kalau ditanya, jawabannya pendek-pendek. Misalnya,

“Uda cape?”

“Ngga, Ra” jawab uda, atau

“Uda, ira mau lihat-lihat yang itu, boleh?”

“Boleh Ra…” jawab uda. Tumben pikirku, biasanya uda suka pura-pura menghela napas panjang seolah-olah sudah berjam-jam kita di toko (padahal sebenarnya baru 5 menit). Atau muka uda cemberut sambil bilang, “iya boleh, emang uda punya pilihan apalagi.”

Kalau uda sudah diam begitu, aku yang jadi ngga tenang. Duh, jangan-jangan uda ini lagi sakit beneran, tapi ngga mau bilang supaya bisa tetap menemani aku (kege-eran banget ya aku ini… Tapi awas aja kalau ngga begitu,  hehe). Atau jangan-jangan uda lagi kesel karena aku lama banget dan daripada marah-marah, uda memilih diam? Karena ngga tenang, aku memutuskan untuk menyudahi saja acara belanja baju.

Sampai di luar toko, mendadak uda jadi ngga pendiam lagi dan lebih ceria daripada sebelumnya. Hm… begitu ya …

Jadi

Dengan bermacam-macam ulah uda itu, justru acara belanja terasa lebih seru, hehe.

  1. #1 by Rifky on 11/11/2008 - 14:19

    mestinya Pak Feb itu diajak jalan-jalan lebih lama lagi.. hehehe…

    kalau cuma 4 jam atau 1 jam 179 menit sih terlalu cepat. kurang lama Bu Ira…

    oia, SELAMAT HARI ULANG TAHUN PERNIKAHAN yach Bu…
    Semoga tetap menjadi keluarga yang BAROKAH, SAKINAH, MAWADDAH WA ROHMAH. Amin

  2. #2 by ayu on 12/11/2008 - 03:25

    selamat hari ulang tahun pernikahan y Bu Ira,,
    semoga jadi keluarga yang sakinah
    amin..
    maaf telat ngucapinY
    kmrn malam mw buka internet eh koq ketiduran
    jadiY baru bisa ngucapin jm3 pagi ini skalian ngerjain tugas

    oia klo Pak Feb nemeni Bu Ira jalan2 skaliyan bawa laptopY aja
    klo uda dkasih laptop mgkn Pak Feb g akan cemberut lg

    tp pasti lucu klo jalan2 smbil bawa laptop
    hehe…

  3. #3 by rizki on 12/11/2008 - 14:11

    selamat ultah perkawinan y pak…btw ultah perkawinan nya hampir sama ma rizki…comment tentang p.feb…emank p.feb kayak gitu….no comment…only strange….

  4. #4 by Ira on 13/11/2008 - 14:10

    Rifky, Ayu, Rizki:
    Aminn… amin… terima kasih doanya…

    Rifky:
    Sudah ada rencana kok “melatih” olahraga jalan-jalan Pak Feb. Waktunya, dirahasiakan, supaya ngga bisa nolak, hehe…

    Ayu:
    Sering kok Pak Feb pergi bawa laptop. Tapi laptopnya sering jadi tambahan barbel di punggungnya karena ngga sempat dibuka.

    Rizki:
    Ultah perkawinan pak Feb hampir sama dengan Rizki? Emang ultah perkawinan Rizki kapan? ^^

  5. #5 by akbar on 18/11/2008 - 01:30

    Assalamu’alaikum…

    Apakabar bu??
    pertama-tama saya dengan hati gembira memberikan tulisan SELAMAT ULANGTAHUN PERNIKAHAN KE-1, smoga akan selalu ada ultah pernikahan sampai dengan akhir hayat(awet, sampe maut yang memisahkan gtcu)…
    semoga dapat membina keluarga yang diridloi,dirahmati serta diberkahi ALLAH SWT. Amiin…

    kedua-dua,
    contoh kasus yang ibu paparkan cukup bermanfaat utk kasus serupa yang saya alami dua tahun terakhir ini, insyALLAH saya akan mencobanya(terimakasih p.feb,…)do’akan sukses y bu…:)

  6. #6 by Ira on 23/11/2008 - 21:27

    Akbar:
    Terima kasih doanya. Amin… Amin…

    Contoh kasus yang mana nih? ^^ Pesan saya, yang sabar kalau menemani jalan-jalan, jangan ngomel-ngomel, nurut aja kalau diajak keliling toko berkali-kali. Berpahala lho, menyenangkan hati orang, apalagi orang yang istimewa ^^

(will not be published)