Aku suka pusing sendiri kalau ditanya “asalmu dari mana, Ra?”
Kalau ditanya begitu, jawaban seperti apa yang diharapkan ya… Apakah asal daerah? asal suku? asal tempat tinggal? asal suami? asal orang tua? atau asal apa? Masalahnya, pertanyaan asal ini sering ditujukan. Selama ini sih… asumsiku asal daerah atau asal suku. Jawabanku biasanya bervariasi, bukan bermaksud bohong, tapi karena aku bingung menjawabnya dan juga dilihat dari situasi dan kondisi.
1. “Dari rumah…” atau “Dari Indonesia”
Kalau lagi ngasal dan asbun, biasanya itu jawabanku, hehe.
2.”Dari Bogor” atau “dari Surabaya”
Itu jawabku kalau yang nanyanya terlihat basa-basi. Bogor karena orang tuaku tinggal di Bogor, sedangkan Surabaya karena suamiku, rumah sementara, dan pekerjaanku di Surabaya.
3. “Dari Makassar”
Karena kakek dari pihak Papa adalah orang Makassar.
Ini nih yang buat aku bingung, Papaku lahir dan besar di Surabaya, tapi Kakek asli Makassar dan Nenek dari Madura. Sementara Mamaku lahir dan besar di Cirebon, tapi Kakek dan Nenek (dari pihak Mama) masing-masing dari Magelang dan dari Sunda. Jadi kalau ditanya asal daerahku mana, apa ya yang harus kujawab? Salah seorang temanku memberi solusi, jawab aja ASEP alias Anak Seribu Pulau, hihihi…
Beda halnya dengan suamiku, kalau suamiku ditilik dari beberapa turunan ke atas dari garis ayah dan ibu, hanya satu daerah, yaitu Minang. Dan suamiku juga lahir dan dibesarkan di Padang. Jadi, kalau ditanya asal daerah, gampang dan cepat jawaban suamiku.
Tinggal bersama keluarga yang berasal dari macam-macam daerah membuatku belajar banyak tentang kebiasaan dan bahasa masing-masing. Contoh, Papa kalau lagi berkumpul bersama keluarga, pakai bahasa Surabaya. Lain lagi dengan keluarga besar Nenek (dari Papa), obrolannya menggunakan bahasa Madura. Lalu, kalau Mama bercakap-cakap dengan Nenek, ber-abdi dan ber-teh. Kalau sedang berkumpul bersama keluarga suami, tambolah ciek yang bisa kutangkap lewat telinga, hehe.
Bahasa yang paling kupahami dari semua-mua yang aku dengar adalah bahasa Jawa cabang Surabaya (sebenarnya bahasa Surabaya itu bahasa sendiri atau dialek dari bahasa Jawa?) dan bahasa Sunda cabang Bogor (alias bahasa Sunda yang kurang halus dibandingkan di Banding, hihihi, gara-gara 10 tahun tinggal di Bogor nih).
Karena sedikit paham beberapa bahasa daerah tersebut, bukan terampil dan menguasai, lho, ada satu keuntungan buat aku. Aku beberapa kali memergoki temanku dan temannya temanku sedang membicarakan aku di depanku. Temanku yang nekat atau akunya yang ke-geer-an? Hehe, mereka membicarakan aku dalam bahasa Jawa, Sunda, atau Minang dan mereka ngga tahu kalau aku paham dan bisa mengerti bahasa itu. Aku sering pasang tampang pura-pura ngga ngerti karena ingin tahu apa aja sih yang mereka bicakan tentang aku. Hihihihi….
#1 by heny on 15/12/2008 - 11:48
salam silaturahmi mba Ira….nice blog…emang saya juga suka bingung kalau ada yang nanya dari mana?…..tapi kalau saya bukan ASEP…he..he..he….
#2 by Ira on 18/12/2008 - 14:45
salam kenal juga mbak Heny… terima kasih
Hehe, pertanyaan asal daerah ini memang sulit dijawab kalau untuk saya. Kadang kalau saya bilang dari daerah ini (sesuai daerah asal Kakek), ngga percaya. Atau saya jawab dari Surabaya, ngga percaya juga. Jadi bingung, hehe
#3 by rockstar on 11/01/2009 - 20:07
hahahahahahaha
#4 by rockstar on 11/01/2009 - 20:08
ha-ha
#5 by iyam on 18/07/2009 - 23:18
iih..sama bgt ma aku, salam kenal Ira..