Archive for 2009
Beauty Excitement
Dari sejak smp, aku kurang suka pakai kosmetik dekoratif, seperti lipstick (definitely, I can live very well without it … Aku ngga suka rasanya yang lengket dan berat di bibir), keluarga pewarna-warni mata, pipi, dan bagian muka lainnya. Produk kosmetik yang rutin dan selalu aku beli hanya produk bedak muka, pembersih, pelembap, sunblock, fragrance, lip balm, dan body care (hehe, ternyata banyak juga yah… :-p ). Kadang aku juga bereksperimen nyoba produk baru. Paling sering di keluarga body care, macam lotion, sabun, body mist, scrub, body butter, dll, banyak deh. Kalau perawatan muka, jarang banget eksperimen, karena kalau ngga cocok, biasanya tuing… tuing… tumbuh jerawat kecil. Untuk mukaku sehari-hari, aku pakai moisturizer/pelembap + sunblock + loose powder + lip balm + pembersih dan sabun muka, dan tiga hari sekali lotion malam. Read the rest of this entry »
Twitter Weekly Updates for 2009-07-12
- reading L'Occitane solid perfume review … #
- learning the chemical ingredients of cosmetics product #
Powered by Twitter Tools.
Utak-atik diary.febdian.net
Malam mingguan kemarin, aku dan uda, berpusing-pusing dengan urusan WordPress. Awalnya, gara-gara theme Coffee Desk yang ngga terpasang sempurna di blog Uda (baca di sini). Setelah utak-atik sedikit dan masih juga gagal, uda cari themes baru, Fusion. Begitu dipasang di diary febdian.net, hasilnya juga aneh, sidebar-nya malah pindah ke bawah, hihi. Pengen ketawa karena lihat muka uda yang bete gara-gara ada kecacatan di diary-nya, tapi ngga jadi, soalnya ternyata uda bete beneran

Selanjutnya, kami menganalisis kira-kira apa penyebabnya (rencanaku untuk santai-santai sambil baca Miiko terpaksa dibatalkan). Analisis pertama, upload themes ngga lengkap, solusinya upload ulang. Setelah upload ulang, hasilnya masalah belum teratasi. Kemudian, aku upload theme Coffee Desk di blog Greenys untuk mengetahui di mana sumber masalahnya. Hasilnya memuaskan, sama dengan preview-nya di TemplateLite. Berarti, masalahnya ada di diary febdian.net. Read the rest of this entry »
Mulutmu Harimaumu
Sadar atau ngga sadar, suka atau ngga suka, sengaja atau ngga sengaja, serius atau bercanda, sedikit atau banyak, kita semua pernah mencela. Celaan kita biasanya ngga jauh dari:
- Celaan mengenai fisik. Misalnya kalau orang kurus, dibilang penyakitan, kerempeng, tiang dibelah tujuh (kenapa tujuh ya? kok ngga delapan, sembilan, atau 1.234.893, hehe… ngga penting). Kalau orang gendut, celaannya lebih bervariasi, mulai dari gajah dipompa yang berkaki gajah, gerombolan siberat, punuk unta berjalan, gelambir lemak hidup (hii… makin aneh), P besar (pinggang, perut, p*n**t). Trus kalau orangnya pendek, hadiah yang diterima ngga jauh dari pendek dan kate. Kalau ada orang yang dianugrahi kulit eksotik alias sawo matang dan turunannya, ucapan yang sering ditujukan kepada yang bersangkutan berkutat seputar item, ireng, gosong, dekil. Dan sangat buanyak aspek fisik yang bisa menginspirasi celaan-celaan kreatif.
- Mengomentari berita dengan dengan kata-kata negatif, cenderung menjelek-jelekkan pihak lain.
- Mengomentari kejadian / event dengan kata-kata bernada merendahkan, seperti tontonan untuk kelas bawah, selera rendah, jorok, ngga tau malu, dasar kampungan, dan lain-lain. Read the rest of this entry »