Archive for February, 2009

Mulutmu Harimaumu

Sadar atau ngga sadar, suka atau ngga suka, sengaja atau ngga sengaja, serius atau bercanda, sedikit atau banyak, kita semua pernah mencela.  Celaan kita biasanya ngga jauh dari:

  1. Celaan mengenai fisik. Misalnya kalau orang kurus, dibilang penyakitan, kerempeng, tiang dibelah tujuh (kenapa tujuh ya? kok ngga delapan, sembilan, atau 1.234.893, hehe… ngga penting). Kalau orang gendut, celaannya lebih bervariasi, mulai dari gajah dipompa yang berkaki gajah, gerombolan siberat, punuk unta berjalan, gelambir lemak hidup (hii… makin aneh), P besar (pinggang, perut, p*n**t). Trus kalau orangnya pendek, hadiah yang diterima ngga jauh dari pendek dan kate. Kalau ada orang yang dianugrahi kulit eksotik alias sawo matang dan turunannya, ucapan yang sering ditujukan kepada yang bersangkutan berkutat seputar item, ireng, gosong, dekil. Dan sangat buanyak aspek fisik yang bisa menginspirasi celaan-celaan kreatif.
  2. Mengomentari berita dengan dengan kata-kata negatif, cenderung menjelek-jelekkan pihak lain.
  3. Mengomentari kejadian / event dengan kata-kata bernada merendahkan, seperti tontonan untuk kelas bawah, selera rendah, jorok, ngga tau malu, dasar kampungan, dan lain-lain. Read the rest of this entry »

1 Comment