Archive for category Internet
Utak-atik diary.febdian.net
Malam mingguan kemarin, aku dan uda, berpusing-pusing dengan urusan WordPress. Awalnya, gara-gara theme Coffee Desk yang ngga terpasang sempurna di blog Uda (baca di sini). Setelah utak-atik sedikit dan masih juga gagal, uda cari themes baru, Fusion. Begitu dipasang di diary febdian.net, hasilnya juga aneh, sidebar-nya malah pindah ke bawah, hihi. Pengen ketawa karena lihat muka uda yang bete gara-gara ada kecacatan di diary-nya, tapi ngga jadi, soalnya ternyata uda bete beneran

Selanjutnya, kami menganalisis kira-kira apa penyebabnya (rencanaku untuk santai-santai sambil baca Miiko terpaksa dibatalkan). Analisis pertama, upload themes ngga lengkap, solusinya upload ulang. Setelah upload ulang, hasilnya masalah belum teratasi. Kemudian, aku upload theme Coffee Desk di blog Greenys untuk mengetahui di mana sumber masalahnya. Hasilnya memuaskan, sama dengan preview-nya di TemplateLite. Berarti, masalahnya ada di diary febdian.net. Read the rest of this entry »
Desain Greenys
Pertama kali aku punya blog tahun 2006, isinya… nyaris ngga ada, hehe. Alasannya klasik banget, karena ngga sempat diisi dan belum tertarik. Trus tiap kali aku tertarik untuk mengisi blog, mengatur setting blog, aku selalu lupa id login ke ira.febdian.net (alamat blog ini), hehe. Kenapa bisa lupa? Apalagi kalau bukan karena terlalu lama dianggurkan.
Tiap kali mau memperbaiki blog, biasanya aku selalu merepotkan Henhen melalui Uda. Mulai mereset id login, menginstal WordPress, memasukkan theme. Hehe, maaf nih hobi banget ngerepotin. Bukannya ngga bisa sendiri, tapi kalau koneksi internet lambat, jadi malas ngutak-ngatik ini itu (alasan memang banyak :p ).
Sejak situs febdian.net diperbarui dan migrasi ke WordPress, aku juga memperbarui desain blog ini. Supaya seragam tapi tetap beda (gimana itu caranya??) aku pakai desain Bluemist. Desain bluemist ini di-supply oleh Henhen.
Kesimpulannya… terima kasih banyak untuk Henhen yang tidak henti-hentinya direpotkan oleh kami berdua, maaf kalau kami terlalu merepotkan, tapi jangan khawatir kehilangan kami karena kami (terutama Uda) ngga pernah bosan merepotkan Henhen. Hehe… yang sabar ya… menghadapi kami
IM2 Broom Broadband Prabayar

Setelah kemarin baca berita tentang peluncuran IM2 Broadband unlimited hanya dengan 100.000 per bulan (IM2 Broom Unlimited), aku sempatkan ke Bandung Electronic Mall (BEC) siang tadi. Aku tertarik dan ingin tahu lebih lanjut. Kalau benar bisa online tanpa kuota dengan 100.000 per bulan, wah… boleh dicoba nih. Selain itu, aku juga ngga terlalu mempermasalahkan kecepatan aksesnya (asal masih wajar), yang lebih penting kestabilan dan ngga putus-putus atau muncul pesan “Connection Interrupted” di Firefox, hehe.
Begitu masuk BEC, di lobi depan, sudah ada stan Indosat 3,5G. Kebetulan nih, mungkin jual IM2 Broom. Aku mendekat ke stan itu dan bertanya tentang Indosat 3,5G. Hm… ternyata berbeda. Kalau Indosat 3,5G itu ada paket Eco, paket … (aku lupa, kalau ngga salah ada 4 paket) yang harganya mulai dari 160.000 sampai 1.000.000-an. Perasaanku bukan ini yang ada di iklan semalam. Biar ngga penasaran, aku tanya ke penjaga stan, “Mbak, bedanya layanan ini dengan layanan IM2 apa?”
Mbak penjaga stan (MTS): Oh, kalau IM2 anak perusahaannya Indosat.
Aku: (masih diam sambil menunggu lanjutan penjelasan…)
Setelah kira-kira sepuluh detik ngga ada lanjutan penjelasan, aku menyimpulkan penjaga stan Indosat itu belum tentang IM2 Broom. Lalu, aku bilang terima kasih dan segera pergi dari situ menuju ke lantai atas.
Di lantai 2 dan 3 (aku ngga hapal penamaan lantai di BEC, yang jelas dua lantai yang menjual komputer dan aksesorisnya) banyak toko yang menjual starter pack dan voucher isi ulang IM2 Broadband, tapi kok informasi yang aku dapat adalah kuota sekian untuk nominal voucher sekian (yang terbesar itu kuota 300 MB untuk voucher Rp 150.000). Wah… jangan-jangan kemarin aku salah baca iklan, atau salah mengerti ya, hehe. Aku tanya ke pegawai toko, eh… rada diacuhkan. Dia lebih sibuk melayani pengunjung lain yang kelihatannya sudah pasti mau beli sesuatu. Ngga jadi deh…
Pas aku mau keluar BEC, di dekat eskalator di lantai pertama yang menjual komputer dan aksesorisnya, aku lihat ada stan IM2 Broom. Wah, ini yang aku lihat di iklan kemarin. Lalu, aku tanya ke penjaga stannya tentang IM2 Broom. Ternyata IM2 Broom itu ada dua versi, Classic dan Unlimited.
- Classic, nominal vouchernya mulai dari 10.000 (kuota 16 MB) sampai 150.000 (kuota 300 MB)
- Unlimited, pembayaran bulanannya Rp 100.000. Kecepatan aksesnya maksimal 256 Kbps (prabayar) dan 384 Kbps (pascabayar) sampai kuota data 2 GB. Setelah kuota 2 GB terlampaui, akses internet masih tetap bisa dilakukan tanpa tambahan biaya, tapi kecepatannya diturunkan menjadi maksimal 64 Kbps. Untuk yang prabayar, tiap bulan harus mengisi voucher Rp 100.000 kalau masih ingin melanjutkan akses IM2 Broom.
Hm… ngga ada salahnya dicoba. Aku beli starter packnya, harganya Rp 150.000 (termasuk voucher Rp 100.000), lalu aktivasi di tempat.
Malamnya, aku coba mengakses internet dengan IM2 Broom di laptop. Awalnya ngga bisa. Trus aku coba di ponsel (SE K530i)… dan bisa. Akhirnya setelah sedikit konfigurasi di laptop dan SE K530i, IM2 Broom bisa aku nikmati di laptop.
Barusan aku tes kecepatan download dan uploadnya (sekitar pukul 22.35), kecepatannya mencapai 240 Kbps (download) dan 46 Kbps (upload). Sampai sekarang (pukul 00.30) koneksinya belum terputus. Good… mudah-mudahan kalau nanti penggunanya makin banyak, kualitas IM2 Broom bisa dipertahankan, kalau bisa sih ditingkatkan, hehe…