Archive for category Jalan-jalan
Medan, KNSI 2011, and Lake Toba
Posted by Ira in Aktivitas, Jalan-jalan, Sistem Informasi on 03/03/2011
On February 23rd, I had my first trip to Medan to attend the 7th KNSI (Konferensi Nasional Sistem Informasi) 2011 and for touristy thing. I took direct flight from Surabaya. After 3 hours on the sky, the plane landed at Polonia. Then, my friends and Mr. Lilik picked me up to Swissbel Hotel Medan.
I scanned Medan through short journey from Polonia to Jalan S. Parman, Medan is a big city like Surabaya, with its own characteristics and unique culture. I saw a lot of skyscraper buildings and most of them is 4 or 5 star hotel, many viharas, churches, and Mesjid, waw… Too bad I didn’t visit Istana Maimun and Mesjid Raya Al-Mashun. At about 12 pm, we arrived at Swissbel Hotel, checked in and unpacked. We got room in 17th floor. Huge thanks to my friend Gressia, Mr. Lilik, and Mr. Gunawan for lovely accomodation during our trip in Medan. Read the rest of this entry »
Tugas Menyenangkan
Posted by Ira in Jalan-jalan on 10/11/2008
Awal minggu ini aku dapat tugas menyenangkan dari suami, apakah itu? Melengkapi kebutuhan primer nomor 2, pakaian, kostum, baju, dan yang berkaitan dengan itu. Hehehehehe…… senang dong? Pasti, sebagai istri yang baik, apapun tugas dari suami harus dilaksanakan dengan senang hati
Uda juga mempercayakan ke aku untuk pergi ke toko dan memilih sendiri pakaian yang akan aku beli. Hm… rasanya ada yang kurang nih kalau pergi sendiri, biasanya kalau belanja hampir selalu bareng Uda. Yang kurang itu, ngga ada orang yang berisik meminta cepat-cepat pulang, atau ngga ada orang yang mukanya cemberut seperti anak yang ngga dibelikan mainan yang sudah diincar sejak pertama kali dilihat, hehe.
Pengalamanku pergi sama uda ke pasar / mal, biasanya yang terjadi adalah:
Bertanya “Mau beli, Ra?” ketika aku sedang asyik mengamati suatu pakaian
Kalau aku jawab ngga, biasanya disambung dengan kalimat “Kalau ngga akan dibeli, ngga usah dilihat-lihat. Terus aja cari di rak lainnya. Kalau udah ketemu, ambil, coba, dan bayar.” Waduh… salah satu usaha untuk memilih baju yang akan dibeli itu ya dengan mengamati bajunya, hehe. Lagian mumpung lihat baju masih gratis, kenapa ngga? Nah, kalau kalimat itu sudah keluar 3x, biasanya aku muterin toko, ngelirik kandidat pakaian yang mau aku beli dari jauh tanpa mendekati rak pakaian itu. Kalau dah dua kali mengelilingi toko, uda ngomong lagi “Ra, kalau gini caranya, ngga bakalan dapat baju yang mau dibeli.” Aku cuma bisa geleng-geleng bola mataku, dilihat salah, ngga ada yang dilihat juga diprotes.
Berkata “udah gitu aja? Ngga ada yang dibeli?” ketika aku memutuskan keluar dari toko pakaian tanpa membeli apapun
Biasanya kalau aku dah keluar toko, berarti ya sudah selesai, ngga ada yang dibeli. Abis itu pernyataanku disambung dengan, “Dari tadi 4 jam di sini, 14 kali mengelilingi toko, trus ngga ada yang dibeli? Padahal uda sudah merelakan perut uda keroncongan dari tadi, kaki sakit juga ngga uda pedulikan, demi memenuhi keinginan istri yang mau beli pakaian.” Duh… segitunya. Pertama, di toko itu ngga selama 4 jam, tapi 1 jam lebih 179 menit, hehe… ngga ding, yang benar adalah setengah jam (menurut perasaanku). Kedua, mengelilingi tokonya 1,5 kali, bukan 14 kali. Ketiga, sebelum pergi ke toko, biasanya kami mengisi perut dulu dan keempat, masa baru jalan sebentar, kaki dah sakit. Hehe…
Tidak banyak bicara selama menemani aku
Nah, kalau sudah seperti ini, aku yang waswas sendiri. Biasanya kan uda berisik kalau udah menemani aku belanja, kok tiba-tiba jadi pendiam begini. Trus kalau ditanya, jawabannya pendek-pendek. Misalnya,
“Uda cape?”
“Ngga, Ra” jawab uda, atau
“Uda, ira mau lihat-lihat yang itu, boleh?”
“Boleh Ra…” jawab uda. Tumben pikirku, biasanya uda suka pura-pura menghela napas panjang seolah-olah sudah berjam-jam kita di toko (padahal sebenarnya baru 5 menit). Atau muka uda cemberut sambil bilang, “iya boleh, emang uda punya pilihan apalagi.”
Kalau uda sudah diam begitu, aku yang jadi ngga tenang. Duh, jangan-jangan uda ini lagi sakit beneran, tapi ngga mau bilang supaya bisa tetap menemani aku (kege-eran banget ya aku ini… Tapi awas aja kalau ngga begitu, hehe). Atau jangan-jangan uda lagi kesel karena aku lama banget dan daripada marah-marah, uda memilih diam? Karena ngga tenang, aku memutuskan untuk menyudahi saja acara belanja baju.
Sampai di luar toko, mendadak uda jadi ngga pendiam lagi dan lebih ceria daripada sebelumnya. Hm… begitu ya …
Jadi
Dengan bermacam-macam ulah uda itu, justru acara belanja terasa lebih seru, hehe.
Godaan 70
Posted by Ira in Jalan-jalan on 20/09/2008
Sore itu, di area pameran lantai dasar BIP, Sale up to 70 % perlengkapan ramadhan. Wah… ngeliat angka 70 % yang dicetak besar dan bold, aku jadi pengen tahu barang apa sih yang didiskon. Oh… pakaian muslim. Pakaian muslim yang seperti apa ya… bagus ngga ya… murah ngga ya… Hmm… ngga ada salahnya liat-liat. Hehe… perempuan banget ya…
Oke, aku putuskan melihat-lihat. Pakaian muslimnya bagus-bagus. Pikirku… beneran nih yang seperti ini didiskon 70 %? Ngga rugi tuh tokonya?. Eh, di ujung rak ada sesuatu yang berwarna pink… Hm… menarik nih, ambil dulu ah, sebelum keduluan. Oya, cek dulu harganya, 255.000, diskonnya 70 %. Oke… tetap di tangan.
Cari lagi yang lain… eit… apa nih, ada yang tersembunyi di balik pakaian yang lain. Wah… sepotong baju panjang berwarna merah yang bagus, persis seperti gambaranku tentang baju yang ingin aku pakai. Cek harga, 275.000, diskon 50 %. Sip… pindahkan ke tangan.
Udah cukup. Kalau aku teruskan nyari, nanti malah makin banyak pakaian pindah ke tanganku. Aku kan ke BIP mau beli body lotion, bukan pakaian. Pas lagi jalan menuju kasir, aku bimbang, ada dua pendapat berlawanan di kepalaku.
Pendapat satu (P1): Sebenarnya aku butuh ngga sih pakaian-pakaian ini?
Pendapat dua (P2): Butuh dong… pakaian kan kebutuhan primer, sepanjang hidup manusia butuh pakaian.
P1 lagi: Iya sih, tapi di lemariku aja masih ada beberapa pakaian yang belum pernah aku pakai, trus kenapa aku malah ngambil pakaian-pakaian ini ya…
P2 menghasut: Ambil, bayar. Pakaian-pakaian itu kan bagus, modelnya ngga pasaran, unik tapi sederhana, dan didiskon besar pula. Kapan lagi? Take it or regret it.
Aku: Bingung bingung … Gimana nih … Keluar dulu ah dari area pameran. Kembalikan dulu pakaian di tanganku ini ke tempat semula.
Di luar, aku mengamati area pameran. Ramai, penuh. Aku amati lagi dari jauh berbagai model pakaian yang dipajang. Pertama, modelnya sebagian besar banyak aksen dan detilnya. Bagus-bagus, tapi aku ngga nyaman pakai baju yang “ramai”. Kedua, aku belum butuh pakaian baru. Pakaianku yang lama masih layak pakai. Ketiga, nafsu jangan diturutin terus, hehehehe, nanti makin melunjak. Akhirnya dengan mantap aku putuskan ngga jadi beli dan melangkah pasti ke Body Shop untuk membeli body lotion sesuai tujuanku semula ke BIP.
Tempat Menunggu yang Nyaman di Bandara
Posted by Ira in Hobi, Jalan-jalan on 29/03/2008
Selama setahun belakangan ini, aku dan suami berpergian keluar kota nyaris tiap bulan untuk berbagai keperluan dari mulai yang serius sampai yang sangat serius
, dari yang direncanakan sampai yang mendadak, hehe. Biasanya kami pergi dengan pesawat supaya lebih cepat sampai. Tapi yang namanya pergi pakai pesawat, waktu menunggu biasanya lebih lama daripada di dalam pesawatnya.
Untungnya di bandara, disediakan banyak tempat menunggu, ada restoran, toko buku, toko suvenir, dan kafe. Satu hal penting sebelum aku memutuskan menunggu di suatu tempat, aku cari logo “No Smoking” di pintunya, di jendela, di lantai, di atap, atau di manapun yang bisa terlihat. Kalau logo itu terlihat, baru aku masuk. Kalau ngga ada, cari lagi tempat yang lain. Kenapa aku ngga mau di tempat yang dilewati asap rokok? Karena asap rokok itu sangat berefek buat aku. Pertama, kalau menghirup asap rokok, ntah datang dari mana rasa kesal dan kesal. Kedua, aku ngga suka banget asap rokok. Kalau ada orang mau merokok, silakan merokok dengan nyaman dan merusak kesehatan sendiri, tapi jangan sebarkan asapnya ke orang lain yang ngga merokok. Ketiga, alasan kesehatan (std).
Kembali ke topik utama (hehe …). Rekomendasiku untuk tempat menunggu yang nyaman:
- Kafe Olala di lantai 2 Terminal F Garuda di Bandara Soekarno Hatta (akses Wi-Fi cuma-cuma)
- Kafe (lupa namanya) yang ada kios Baskin Robbins-nya di Terminal Keberangkatan Garuda Bandara Juanda
Kalau menurut Anda, tempat menunggu mana yang paling nyaman di bandara yang pernah Anda kunjungi?
[catatan: list masih bisa bertambah...
]
Jalan-jalan Minggu Sore
Posted by Ira in Jalan-jalan, Surabaya on 28/09/2007
[Tulisan ulang dari my360 21 Juli 2007]
Minggu-minggu sore biasanya aku istirahat di rumah, menikmati liburan sebelum berkutat dengan segala pekerjaan besok paginya. Tapi bosen juga ya… cuma mendekem di kamar aja. Koran dah dibaca bolak-balik, sampai iklannya juga dipelototin (ternyata.. acara promo biasanya banyak di hari jumat sampai minggu lho…), acara TV dipenuhi infotainment, dan semangat kerja masih jauh dari pikiranku. Akhirnya aku putusin untuk jalan-jalan sore (pakai kaki lho…
) sekalian olahraga, refreshing, dan menghirup udara luar kamar.
Oya, lebih seru lagi kalau jalan-jalan sore ngga sendiri, hm… tapi siapa ya yang bisa aku paksa nemenin aku jalan-jalan sore? Aha… tentu saja uda kayaknya mau (dan harus mau, hehe). Setelah mengontak Uda, kami berdua sepakat memulai jalan sore dari kampus C UNAIR (sayang banget belum ada fotonya, padahal di Kampus C pemandangannya bagus lho, apalagi di jembatannya, mungkin lain kali bisa aku upload ). Ternyata di tengah perjalanan, perutku bunyi keras dan memalukan, maklum belum makan dari pagi. Trus diputuskan secara sepihak, perjalanan dari Kampus C diteruskan ke Galaxy Mall.
Sampai di Galaxy Mall, seperti biasa tas, jaket yang barang-barang yang keliatan ama satpam harus melalui pemeriksaan, yah.. tapi aku mikir, beneran diperiksa atau ngga, soalnya Ibu satpam, cuma nyentuh tasku dengan tongkat kecil (apa ya namanya, bentuknya mirip stik drum) dan dilirik pun ngga. Hihi… Abis itu kami langsung liat-liat buku di TGA. Sampai di TGA agar miris juga melihat lantunan ayat Al-Quran bersahut-sahutan dengan lagu dugem
. Ngga lama-lama di TGA karena perutku maksa untuk segera ke bagian pusat makanan. Bingung juga mau makan apa. Mau makan mie di atas piring panas (noodles hotplate, hehe.. maksa banget nerjemahinnya) takut ngga halal. Mata semakin jelalatan lihat-lihat makanan, sementara bunyi perutku makin ngga banget. Begitu mata terlirik restoran fast food A&*, kami putuskan untuk mencicipi makanan di sana. Selesai mencicipi, ternyata mata kami masih belum puas, dan akhirnya beli es krim satu, hihi.. gini nih akibatnya kalau nurutin mata.
Dari A&*, kami menuju musola karena dah masuk Maghrib. Musola di mal sebesar Galaxy, letaknya di tempat parkir. Ukurannya cukup besar, bersih, dan tempat wudhu wanita dan pria dipisah. Abis solat masuk lagi ke dalam mal, dan diperiksa lagi ama Bu satpam. Trus mampir sebentar ke Optik Melawai, untuk memperbaiki setelan kacamata. Dari optik, aku melirik toko mainan besar di sebelahnya, ternyata ada boneka perempuan mirip Barbie yang pakai jilbab (hihi… ini sih dah lama ada ya), aku pengen lihat lebih lanjut tapi Uda kliatannya ngga tertarik. Perjalanan masih berlanjut, kali ini mataku menangkap toko Zoujiroushi, toko yang menjual termos penghangat makanan, dan mau liat-liat lebih lanjut, tapi kapan-kapan aja deh… hehe.
Puas mengitari sebagian mal, kami menuju stan penjual jus, iseng-iseng pesan Orange Manggo Slush, kami ngga tau slush itu apa, yang penting cobain dulu. Ternyata, slush itu semacam es serut dan ngabisinnya lama banget. Setelah itu, kami putuskan untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan ke luar mal, bau sedap roti masuk hidung, tapi karena dah kenyang aku ngga berselera beli, hihi. Dari Galaxy Mal, jalan kaki sampai rumahku, lalu Uda lanjut ke tempatnya. Wah.. jalan-jalan sore yang cukup melelahkan kaki tapi menyenangkan. Aku siap lagi kerja besok… ![]()
![]()
