My Wish List of Bags
I’m a woman and most women are crazy in love with bags (right right right?)… So, here comes my wish list of bags:
- Burberry,
- Kate Spade,
- Vera Bradley,
- Bagteria,
- Collections of Ciciero and Mimo (means more than one Ciciero and more than one Mimo, hehe),
- Collections of Hello Lulu to be match with my outfit.
Addition and reason will continue as I’m in hurry to go (I’m alone in the lab right now and it’s kind of spooky…).
Magazine Lover
My First Ten Years
Yes I am a magazine lover. My very first magazine was Bobo, I was 5 years old that time. I remember the price was only Rp 700,- (ketahuan deh, umurku, hehe :p). My favorites were Juwita and Si Sirik, the story of Bobo family, Cerita dari Negeri Dongeng (fairy tales with Okky and Nirmala), also the short story. In short, I read every page of Bobo for years. Besides Bobo, My dad subscribed for me, Aku Anak Saleh seri TK and seri SD. Those were good magazines. I read story about Islamic history, Moslem scientists, articles about nature and its behavior. Then, I learned knowledge of prayer, adab (some say ethics, but IMHO, adab is beyond ethics), fiqih for beginner, tafsir Al Quran and Hadits (in language and way that a 7 years old child can understand). I don’t know whether those magazines still publish nowadays. But, I do hope so.
At 9 years old, I regularly asked my mom to buy Album Ganesha for me… Album Ganesha was edutainment comics mag that explained school subjects, such as Mathematics, History, Science, and English in fun and more understandable method. The history of Airlangga and Kerajaan Kediri, short biography of Yos Sudarso, Kartini, Pangeran Diponegoro; arithmetic and geometric lessons were few examples comics that I enjoyed from Album Ganesha. Read the rest of this entry »
Can’t leave home without …
Fragrances …
Kenapa? karena sepanjang jalan yang aku lalui, ada aja orang yang merokok. Kalau merokok di tempat yang khusus disediakan memang untuk merokok, ga masalah. Tapi kalau ngebul di tempat umum, huaduh… bete sampai ke ubun-ubun. Asapnya itu racun trus baunya ngga enak banget.
Solusinya, aku selalu bawa paling ngga 1 wewangian untuk mengusir bau rokok yang nempel di baju, tas, atau apapun yang aku bawa dan pakai. Biasanya aku bawa body mist/spray karena praktis. Kadang bawa solid perfume, wanginya oke tapi ngga bisa dipakai ke baju, haha… Atau yang sering ada di tas: minyak kayu putih (Cajuput oil has unique aroma, right?) dan ampuh untuk menutupi bau rokok dari hidungku.
Yang sekarang ada di tasku: Solid Perfume L’occitane Cherry Blossom dan minyak kayu putih Caplang
Beauty Excitement
Dari sejak smp, aku kurang suka pakai kosmetik dekoratif, seperti lipstick (definitely, I can live very well without it … Aku ngga suka rasanya yang lengket dan berat di bibir), keluarga pewarna-warni mata, pipi, dan bagian muka lainnya. Produk kosmetik yang rutin dan selalu aku beli hanya produk bedak muka, pembersih, pelembap, sunblock, fragrance, lip balm, dan body care (hehe, ternyata banyak juga yah… :-p ). Kadang aku juga bereksperimen nyoba produk baru. Paling sering di keluarga body care, macam lotion, sabun, body mist, scrub, body butter, dll, banyak deh. Kalau perawatan muka, jarang banget eksperimen, karena kalau ngga cocok, biasanya tuing… tuing… tumbuh jerawat kecil. Untuk mukaku sehari-hari, aku pakai moisturizer/pelembap + sunblock + loose powder + lip balm + pembersih dan sabun muka, dan tiga hari sekali lotion malam. Read the rest of this entry »
Twitter Weekly Updates for 2009-07-12
- reading L'Occitane solid perfume review … #
- learning the chemical ingredients of cosmetics product #
Powered by Twitter Tools.
Utak-atik diary.febdian.net
Malam mingguan kemarin, aku dan uda, berpusing-pusing dengan urusan WordPress. Awalnya, gara-gara theme Coffee Desk yang ngga terpasang sempurna di blog Uda (baca di sini). Setelah utak-atik sedikit dan masih juga gagal, uda cari themes baru, Fusion. Begitu dipasang di diary febdian.net, hasilnya juga aneh, sidebar-nya malah pindah ke bawah, hihi. Pengen ketawa karena lihat muka uda yang bete gara-gara ada kecacatan di diary-nya, tapi ngga jadi, soalnya ternyata uda bete beneran

Selanjutnya, kami menganalisis kira-kira apa penyebabnya (rencanaku untuk santai-santai sambil baca Miiko terpaksa dibatalkan). Analisis pertama, upload themes ngga lengkap, solusinya upload ulang. Setelah upload ulang, hasilnya masalah belum teratasi. Kemudian, aku upload theme Coffee Desk di blog Greenys untuk mengetahui di mana sumber masalahnya. Hasilnya memuaskan, sama dengan preview-nya di TemplateLite. Berarti, masalahnya ada di diary febdian.net. Read the rest of this entry »
Mulutmu Harimaumu
Sadar atau ngga sadar, suka atau ngga suka, sengaja atau ngga sengaja, serius atau bercanda, sedikit atau banyak, kita semua pernah mencela. Celaan kita biasanya ngga jauh dari:
- Celaan mengenai fisik. Misalnya kalau orang kurus, dibilang penyakitan, kerempeng, tiang dibelah tujuh (kenapa tujuh ya? kok ngga delapan, sembilan, atau 1.234.893, hehe… ngga penting). Kalau orang gendut, celaannya lebih bervariasi, mulai dari gajah dipompa yang berkaki gajah, gerombolan siberat, punuk unta berjalan, gelambir lemak hidup (hii… makin aneh), P besar (pinggang, perut, p*n**t). Trus kalau orangnya pendek, hadiah yang diterima ngga jauh dari pendek dan kate. Kalau ada orang yang dianugrahi kulit eksotik alias sawo matang dan turunannya, ucapan yang sering ditujukan kepada yang bersangkutan berkutat seputar item, ireng, gosong, dekil. Dan sangat buanyak aspek fisik yang bisa menginspirasi celaan-celaan kreatif.
- Mengomentari berita dengan dengan kata-kata negatif, cenderung menjelek-jelekkan pihak lain.
- Mengomentari kejadian / event dengan kata-kata bernada merendahkan, seperti tontonan untuk kelas bawah, selera rendah, jorok, ngga tau malu, dasar kampungan, dan lain-lain. Read the rest of this entry »
A.S.E.P
Aku suka pusing sendiri kalau ditanya “asalmu dari mana, Ra?”
Kalau ditanya begitu, jawaban seperti apa yang diharapkan ya… Apakah asal daerah? asal suku? asal tempat tinggal? asal suami? asal orang tua? atau asal apa? Masalahnya, pertanyaan asal ini sering ditujukan. Selama ini sih… asumsiku asal daerah atau asal suku. Jawabanku biasanya bervariasi, bukan bermaksud bohong, tapi karena aku bingung menjawabnya dan juga dilihat dari situasi dan kondisi.
1. “Dari rumah…” atau “Dari Indonesia”
Kalau lagi ngasal dan asbun, biasanya itu jawabanku, hehe.
2.”Dari Bogor” atau “dari Surabaya”
Itu jawabku kalau yang nanyanya terlihat basa-basi. Bogor karena orang tuaku tinggal di Bogor, sedangkan Surabaya karena suamiku, rumah sementara, dan pekerjaanku di Surabaya.
3. “Dari Makassar”
Karena kakek dari pihak Papa adalah orang Makassar. Read the rest of this entry »