Posts Tagged Jalan-jalan
Tugas Menyenangkan
Posted by Ira in Jalan-jalan on 10/11/2008
Awal minggu ini aku dapat tugas menyenangkan dari suami, apakah itu? Melengkapi kebutuhan primer nomor 2, pakaian, kostum, baju, dan yang berkaitan dengan itu. Hehehehehe…… senang dong? Pasti, sebagai istri yang baik, apapun tugas dari suami harus dilaksanakan dengan senang hati
Uda juga mempercayakan ke aku untuk pergi ke toko dan memilih sendiri pakaian yang akan aku beli. Hm… rasanya ada yang kurang nih kalau pergi sendiri, biasanya kalau belanja hampir selalu bareng Uda. Yang kurang itu, ngga ada orang yang berisik meminta cepat-cepat pulang, atau ngga ada orang yang mukanya cemberut seperti anak yang ngga dibelikan mainan yang sudah diincar sejak pertama kali dilihat, hehe.
Pengalamanku pergi sama uda ke pasar / mal, biasanya yang terjadi adalah:
Bertanya “Mau beli, Ra?” ketika aku sedang asyik mengamati suatu pakaian
Kalau aku jawab ngga, biasanya disambung dengan kalimat “Kalau ngga akan dibeli, ngga usah dilihat-lihat. Terus aja cari di rak lainnya. Kalau udah ketemu, ambil, coba, dan bayar.” Waduh… salah satu usaha untuk memilih baju yang akan dibeli itu ya dengan mengamati bajunya, hehe. Lagian mumpung lihat baju masih gratis, kenapa ngga? Nah, kalau kalimat itu sudah keluar 3x, biasanya aku muterin toko, ngelirik kandidat pakaian yang mau aku beli dari jauh tanpa mendekati rak pakaian itu. Kalau dah dua kali mengelilingi toko, uda ngomong lagi “Ra, kalau gini caranya, ngga bakalan dapat baju yang mau dibeli.” Aku cuma bisa geleng-geleng bola mataku, dilihat salah, ngga ada yang dilihat juga diprotes.
Berkata “udah gitu aja? Ngga ada yang dibeli?” ketika aku memutuskan keluar dari toko pakaian tanpa membeli apapun
Biasanya kalau aku dah keluar toko, berarti ya sudah selesai, ngga ada yang dibeli. Abis itu pernyataanku disambung dengan, “Dari tadi 4 jam di sini, 14 kali mengelilingi toko, trus ngga ada yang dibeli? Padahal uda sudah merelakan perut uda keroncongan dari tadi, kaki sakit juga ngga uda pedulikan, demi memenuhi keinginan istri yang mau beli pakaian.” Duh… segitunya. Pertama, di toko itu ngga selama 4 jam, tapi 1 jam lebih 179 menit, hehe… ngga ding, yang benar adalah setengah jam (menurut perasaanku). Kedua, mengelilingi tokonya 1,5 kali, bukan 14 kali. Ketiga, sebelum pergi ke toko, biasanya kami mengisi perut dulu dan keempat, masa baru jalan sebentar, kaki dah sakit. Hehe…
Tidak banyak bicara selama menemani aku
Nah, kalau sudah seperti ini, aku yang waswas sendiri. Biasanya kan uda berisik kalau udah menemani aku belanja, kok tiba-tiba jadi pendiam begini. Trus kalau ditanya, jawabannya pendek-pendek. Misalnya,
“Uda cape?”
“Ngga, Ra” jawab uda, atau
“Uda, ira mau lihat-lihat yang itu, boleh?”
“Boleh Ra…” jawab uda. Tumben pikirku, biasanya uda suka pura-pura menghela napas panjang seolah-olah sudah berjam-jam kita di toko (padahal sebenarnya baru 5 menit). Atau muka uda cemberut sambil bilang, “iya boleh, emang uda punya pilihan apalagi.”
Kalau uda sudah diam begitu, aku yang jadi ngga tenang. Duh, jangan-jangan uda ini lagi sakit beneran, tapi ngga mau bilang supaya bisa tetap menemani aku (kege-eran banget ya aku ini… Tapi awas aja kalau ngga begitu, hehe). Atau jangan-jangan uda lagi kesel karena aku lama banget dan daripada marah-marah, uda memilih diam? Karena ngga tenang, aku memutuskan untuk menyudahi saja acara belanja baju.
Sampai di luar toko, mendadak uda jadi ngga pendiam lagi dan lebih ceria daripada sebelumnya. Hm… begitu ya …
Jadi
Dengan bermacam-macam ulah uda itu, justru acara belanja terasa lebih seru, hehe.
Godaan 70
Posted by Ira in Jalan-jalan on 20/09/2008
Sore itu, di area pameran lantai dasar BIP, Sale up to 70 % perlengkapan ramadhan. Wah… ngeliat angka 70 % yang dicetak besar dan bold, aku jadi pengen tahu barang apa sih yang didiskon. Oh… pakaian muslim. Pakaian muslim yang seperti apa ya… bagus ngga ya… murah ngga ya… Hmm… ngga ada salahnya liat-liat. Hehe… perempuan banget ya…
Oke, aku putuskan melihat-lihat. Pakaian muslimnya bagus-bagus. Pikirku… beneran nih yang seperti ini didiskon 70 %? Ngga rugi tuh tokonya?. Eh, di ujung rak ada sesuatu yang berwarna pink… Hm… menarik nih, ambil dulu ah, sebelum keduluan. Oya, cek dulu harganya, 255.000, diskonnya 70 %. Oke… tetap di tangan.
Cari lagi yang lain… eit… apa nih, ada yang tersembunyi di balik pakaian yang lain. Wah… sepotong baju panjang berwarna merah yang bagus, persis seperti gambaranku tentang baju yang ingin aku pakai. Cek harga, 275.000, diskon 50 %. Sip… pindahkan ke tangan.
Udah cukup. Kalau aku teruskan nyari, nanti malah makin banyak pakaian pindah ke tanganku. Aku kan ke BIP mau beli body lotion, bukan pakaian. Pas lagi jalan menuju kasir, aku bimbang, ada dua pendapat berlawanan di kepalaku.
Pendapat satu (P1): Sebenarnya aku butuh ngga sih pakaian-pakaian ini?
Pendapat dua (P2): Butuh dong… pakaian kan kebutuhan primer, sepanjang hidup manusia butuh pakaian.
P1 lagi: Iya sih, tapi di lemariku aja masih ada beberapa pakaian yang belum pernah aku pakai, trus kenapa aku malah ngambil pakaian-pakaian ini ya…
P2 menghasut: Ambil, bayar. Pakaian-pakaian itu kan bagus, modelnya ngga pasaran, unik tapi sederhana, dan didiskon besar pula. Kapan lagi? Take it or regret it.
Aku: Bingung bingung … Gimana nih … Keluar dulu ah dari area pameran. Kembalikan dulu pakaian di tanganku ini ke tempat semula.
Di luar, aku mengamati area pameran. Ramai, penuh. Aku amati lagi dari jauh berbagai model pakaian yang dipajang. Pertama, modelnya sebagian besar banyak aksen dan detilnya. Bagus-bagus, tapi aku ngga nyaman pakai baju yang “ramai”. Kedua, aku belum butuh pakaian baru. Pakaianku yang lama masih layak pakai. Ketiga, nafsu jangan diturutin terus, hehehehe, nanti makin melunjak. Akhirnya dengan mantap aku putuskan ngga jadi beli dan melangkah pasti ke Body Shop untuk membeli body lotion sesuai tujuanku semula ke BIP.