Posts Tagged Personal
Unfashionable me
Short conversation on sunny Wednesday morning …
I was ready to go to the workplace with my housemate.
Me : OK, I’m ready, let’s go…
My housemate (MH): Wait … Something weird about your skirt, looks like it’s bit too short for you.
Me : This is 7/8 skirt not full-length skirt. That’s why I’m wearing stockings as well.
MH : Oops, my mistake. Sorry… So, those are not socks, but stockings… I get it now…
If I’m not mistaken, 9 out of 10 of my unusual-outfit trials were followed by similar conversation
Sweeeet.
Long Hiatus
Okay, long hiatus for my blog. My last post was on May 2010. A lot of things happened which left me no time to update my blog (read: I was too lazy to write, haha). I need to re-write regularly and consistently. Based on an old magazine article and advice from my supervisor, read and write are two basic activities that keep our brain sharp and productive.
For the last two-week, I also had to stay at home because of my injured-knee. I couldn’t move my right-leg well for that. I finished my policy-reports and all documentations in my bed. Temporarily inability to walk normally has also kept me away from year-end sale which happened almost in all brick & mortar stores. Well honestly, I was still able to do shop (D’oh… I shared the blame with my bookmarks and internet banking
).
Utak-atik diary.febdian.net
Malam mingguan kemarin, aku dan uda, berpusing-pusing dengan urusan WordPress. Awalnya, gara-gara theme Coffee Desk yang ngga terpasang sempurna di blog Uda (baca di sini). Setelah utak-atik sedikit dan masih juga gagal, uda cari themes baru, Fusion. Begitu dipasang di diary febdian.net, hasilnya juga aneh, sidebar-nya malah pindah ke bawah, hihi. Pengen ketawa karena lihat muka uda yang bete gara-gara ada kecacatan di diary-nya, tapi ngga jadi, soalnya ternyata uda bete beneran

Selanjutnya, kami menganalisis kira-kira apa penyebabnya (rencanaku untuk santai-santai sambil baca Miiko terpaksa dibatalkan). Analisis pertama, upload themes ngga lengkap, solusinya upload ulang. Setelah upload ulang, hasilnya masalah belum teratasi. Kemudian, aku upload theme Coffee Desk di blog Greenys untuk mengetahui di mana sumber masalahnya. Hasilnya memuaskan, sama dengan preview-nya di TemplateLite. Berarti, masalahnya ada di diary febdian.net. Read the rest of this entry »
A.S.E.P
Aku suka pusing sendiri kalau ditanya “asalmu dari mana, Ra?”
Kalau ditanya begitu, jawaban seperti apa yang diharapkan ya… Apakah asal daerah? asal suku? asal tempat tinggal? asal suami? asal orang tua? atau asal apa? Masalahnya, pertanyaan asal ini sering ditujukan. Selama ini sih… asumsiku asal daerah atau asal suku. Jawabanku biasanya bervariasi, bukan bermaksud bohong, tapi karena aku bingung menjawabnya dan juga dilihat dari situasi dan kondisi.
1. “Dari rumah…” atau “Dari Indonesia”
Kalau lagi ngasal dan asbun, biasanya itu jawabanku, hehe.
2.”Dari Bogor” atau “dari Surabaya”
Itu jawabku kalau yang nanyanya terlihat basa-basi. Bogor karena orang tuaku tinggal di Bogor, sedangkan Surabaya karena suamiku, rumah sementara, dan pekerjaanku di Surabaya.
3. “Dari Makassar”
Karena kakek dari pihak Papa adalah orang Makassar. Read the rest of this entry »
What a Week …
Akhirnya… jumat datang… Trus, kalau jumat kenapa? Karena aku suka hari Jumat… Walaupun hari seninnya akan ada banyak tugas, kerjaan, atau apapun namanya… aku tetap suka hari Jumat.
Minggu ini diawali dengan tantangan baru buat aku, tantangan mengendalikan emosi, kesabaran, dan menerima hasil yang ngga sesuai harapan. Awalnya, aku sulit menerima hasil yang ngga sesuai dengan target (padahal targetnya pun bukan target muluk-muluk). Aku bersungguh-sungguh, tapi karena didominasi usaha-usaha lain yang asal jadi, minimalis, dan yang penting beres, hasil akhirnya jadi jauh panggang dari api. Yah… ngga jauh-jauh amat sih panggangnya, masih terasa hawa panasnya…. (Apa sih ??).
Untungnya… (masih tetap untung), aku jadi berlatih menghadapi orang lain yang berbeda denganku, belajar memahami keterbatasan orang lain, dan mengelola emosi dan pikiranku (hihihi…) supaya menjadi lebih baik. Tapi…. tapi… tetap aku sulit menerima dengan lapang dada usaha “copy paste” atau usaha “yang penting beres”.
Aku masih harus banyak belajar…, banyak sabar …